Minggu, 30 November 2014

CARA MENJADI WANITA SHOLIKHAH

INDAHNYA WANITA SHOLIKHAH

Indah... Sungguh indah dirimu...
Dirimu terlihat indah ketika dapat melukis kekuatan lewat permasalahan...
Akan terlihat indah ketika bisa tersenyum di saat hati menangis...
Berusaha bangkit disaat tertekan dalam kubangan penderitaan...
Mendo’akan disaat dirimu terhina...
Mempesona dalam kelembutan dan indahnya memaafkan...

Sungguh...
Tidak mudah tersenyum ketika hati menangis...
Tapi akan terasa indah ketika kita menyadari itu bagian dari kasih Illahi...
Tidak mudah bangkit dalam keadaan terpuruk...
Tapi akan terasa indah ketika menyadari saat itu Allah sedang menyapa dengan cinta-NYA...
Tidak mudah memberi ketika diri sendiri dalam kekurangan...

Tidak mudah menghadapi penderitaan dan cobaan yang mendera tiada henti...
Tapi akan terasa indah ketika menumbuhkan kesabaran dan memupuk rasa syukur dan menyadari itu bagian dari cara Allah memberikan kebeningan jiwa dan kemuliaan dalam kehidupan...
Ketika harapan, impian, dan do’a menyatu dalam kerinduan pada-NYA
Ketika dirimu menjadi perindu-perindu malam dalam kehangatan cinta-NYA
Tapi akan terasa indah jika menyadari saat itu kita bisa memberi arti bagi kehidupan orang lain...

PERKEMBANGAN WILAYAH INDONESIA

PERKEMBANGAN WILAYAH INDONESIA

A.    Perkembangan Provinsi di Indonesia
·       Pada masa awal kemerdekaan, jumlah provinsi di Indonesia ada 8, yaitu: sumatra, jawa barat, jawa tengah, jawa timur, kalimantan, sulawesi, sunda kecil, dan maluku.
·   Tahun 1950 = 11 Provinsi. Prov. Sumatra mengalami pemekaran menjadi Sumatra Utara, sumatra tengah, dan sumatra selatan.
·      Tahun 1956 = 15 Provinsi. SumUt berkembang jadi SumUt dan D.I Aceh. Jabar berkembang jadi Jabar dan DKI. Jakarta. Kalimantan berkembang jadi KalBar, KalTim, dan KalSel.
·   Tahun 1957 = 17 Provinsi. SumTeng berkembang jadi SumBar, Riau dan Jambi. KalSel berkembang jadi KalSel dan KalTengah.
·   Tahun 1958 = 20 Provinsi. Sunda kecil terbagi jadi Bali, Nusa tenggara barat, dan Nusa tenggara timur.
·         Tahun 1959 = 21 Provinsi. SumSel terbagi jadi SumSel dan Lampung.
·     Tahun 1960 = 22 Provinsi. Sulawesi terbagi jadi Sulawesi utara dan tengah, Sulawesi Tenggara dan Selatan.
·         Tahun 1964 = 24 Provinsi. SulUt, SulTengah, SulSel, SulTenggara.
·         Tahun 1967 = 25 Provinsi. SumSel terbagi jadi SumSel dan Bengkulu.
·         Tahun 1969 = 26 Provinsi. Masuknya Irian Jaya.
·         Tahun 1976 = 27 Provinsi. NTT terbagi jadi NTT dan Timor-timor.
·         Tahun 1999 = 29 Provinsi. Maluku jadi Maluku dan Maluku Utara. Irian jaya jadi Papua dan Irian Jaya Barat.
·         Tahun 2000 = 32 Provinsi. SumSel jadi SumSel dan Bangka Belitung. JaBar jadi JaBar dan Banten. SulUt jadi SulUt dan Gorontalo (Termuda).
·         Tahun 2002 = 33 Provinsi. Riau menjadi Riau dan Kepulauan Riau.
Ø  Nama resmi: Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ø  Bentuk pemerintahan : Republik Presidensial (kepala negara dan pemerintahan dipimpin oleh seorang presiden)
Ø  Luas wilayah daratan Indonesia mencapai 1,9 juta km2 .
Ø  Indonesia diapit oleh 2 benua dan 2 samudra yaitu antara Benua Asia dan Benua Australia. Serta antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.
Ø  Secara Astronomis, letak Indonesia di garis Khatulistiwa yaitu antara 6’LU – 11’LS dan antara 95’BT – 141’BT.
B.     Perkembangan Wilayah Laut Indonesia
Ø  Wilayah laut Indonesia meliputi 5,8 juta km2 .
Ø  Tahun 1939 berdasarkan konsepsi TZMKO (Territoriale Zee en Maritime Kringen Ordonantie) lebar laut Indonesia hanya 3 mil laut. Artinya antarpulau di Indonesia terdapat laut internasional yang memisahkan pulau
Ø  Tanggal 13 Desember 1957 berdasarkan Deklarasi Djoeanda ditetapkan bahwa laut wilayah Indonesia selebar 12 mil laut dari garis pangkal lurus. Sehingga dapat menghubungkan titik-titik terluar dari pulau terluar Indonesia
Ø  Tahun 1982 berdasarkan Konvensi Hukum Laut PBB di Jamaika menentukan batas lautan Indonesia sampai zona eksklusif dan landas konten.
Ø  Wilayah Laut Indonesia dibedakan menjadi 4 yaitu :
1.      Perairan Nusantara
Merupakan wilayah perairan yang terletak pada sisi dalam dari garis pangkal laut, teluk, dan selat yang menghubungkan antar pulau yang satu dengan pulau yang lain di Indonesia.
2.      Zona laut teritorial
Yaitu jalur laut yang berjarak 12 mil laut dari garis dasar ke laut lepas. Garis dasar adalah garis khayal yang menghubungkan titik-titik dari ujung-ujung pulau.
3.      zona landas kontinen
adalah dasar laut yang merupakan lanjutan dari sebuah benua, kedalaman kurang dari 150 meter. Diukur dari garis dasar adalah sejauh 200 mil laut
4.      Zona ekonomi eksklusif (ZEE)
Adalah jalur laut selebar 200 mil laut ke arah laut terbuka diukur dari garis dasar. ZEE Indonesia diumumkan tanggal 21 Maret 1980.
Ø  Upaya pelestarian sumber daya laut, antara lain:
1.      Tidak membuang sampah dan limbah industri ke laut.
2.      Melarang penggunaan pukat harimau/ bahan peledak untuk mencari ikan
3.      Menanam hutan bakau / mangrove.
Ø  Selat makasar menghubungkan pulau kalimantan dengan sulawesi.
Ø  Selat karimata menghubungkan pulau sumatra dengan kalimantan.

Ø  Selat jawa menghubungkan pulau jawa dengan sumatra.

AKTIVITAS ENZIM KATALASE HIDROGEN PEROKSIDA

ENZIM KATALASE

Enzim adalah senyawa yang dibentuk oleh sel tubuh organisme, yakni di dalam organel badan mikro peroksisom. Enzim berperan untuk mempercepat reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup, tetapi enzim itu sendiri tidak ikut bereaksi. Oleh sebab itu enzim disebut sebagai salah satu katalisator alami. Enzim terdiri dari apoenzim dan gugus prostetik. 

Apoenzim adalah bagian enzim yang tersusun atas protein. Gugus prostetik adalah bagian enzim yang tidak tersusun atas protein. Gugus prostetik dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu koenzim (tersusun dari bahan organik) dan kofaktor (tersusun dari bahan anorganik). 

Kerja enzim dipengaruhi oleh derajat keasaman (pH) dan suhu. Pada pH terlalu asam dan basa, enzim menjadi non aktif, sehingga tidak dapat bekerja. Sedangkan pada saat dididihkan, suhu menjadi tinggi sehingga enzim menjadi rusak (denaturasi). Enzim adalah protein yang berperan sebagai katalis dalam metabolisme makhluk hidup. Salah satu enzim yang di dahasilkan tubuh adalah enzim katalase.

Enzim katalase merupakan salah satu enzim yang terdapat pada tumbuhan. Enzim diproduksi oleh peroksisom dan aktif dalam melakukan reaksi oksidatif bahan-bahan yang dianggap toksik oleh tanaman, seperti hidrogen peroksida (H2O2).

Enzim katalase termasuk ke dalam golongan desmolase, yaitu enzim yang dapat memecahkan ikatan C-C atau C-N pada substrat yang diikatnya. Selain itu, enzim katalase juga dapat ditemukan dalam sistem pencernaan hewan ataupun manusia. 

Kegunaan enzim katalase pada hewan dan manusia adalah untuk menguraikan Hidogen Peroksida (H2O2), yang merupakan senyawa racun dalam tubuh yang terbentuk pada proses pencernaan makanan. Namun, Enzim katalase yang dihasilkan peroksisom pada hati akan mengalami denaturasi (kerusakan) pada suhu yang tinggi ataupun pada suasana asam dan basa. Enzim katalase bekerja secara optimal pada suhu kamar (±30 0C) dan suasana netral.

HIDROGEN PEROKSIDA

Hidrogen peroksida dengan rumus kimia H2O2 ditemukan oleh Louis Jacques Thenard di tahun 1818. Bahan baku pembuatan hidrogen peroksida adalah gas hidrogen (H2) dan gas oksigen (O2). Senyawa ini merupakan bahan kimia organik yang memiliki sifat oksidator kuat dan bersifat racun dalam tubuh. Oleh karena itu, senyawa peroksida harus segera di uraikan menjadi air (H2O) dan oksigen (O2) yang tidak berbahaya. Dan enzim katalase mempercepat reaksi penguraian peroksida (H2O2) menjadi air (H2O) dan oksigen (O2). Penguraian peroksida (H2O) ditandai dengan timbulnya gelembung.

Bentuk reaksi kimianya adalah:
2H2O2 --> 2H2O + O2
Ada tidaknya gelembung merupakan indikator adanya air dalam wujud uap. Sedangkan menyala atau tidaknya bara merupakan indikator adanya gas oksigen dalam tabung tersebut.

H2O2 tidak berwarna, berbau khas agak keasaman, dan larut dengan baik dalam air. Dalam kondisi normal (kondisi ambient), hidrogen peroksida sangat stabil dengan laju dekomposisi yang sangat rendah, kira-kira kurang dari 1% per tahun. Mayoritas pengunaan hidrogen peroksida adalah dengan memanfaatkan dan merekayasa reaksi dekomposisinya, yang intinya menghasilkan oksigen. Pada tahap produksi hidrogen peroksida, bahan stabilizer kimia biasanya ditambahkan dengan maksud untuk menghambat laju dekomposisinya. Termasuk dekomposisi yang terjadi selama produk hidrogen peroksida dalam penyimpanan. Selain menghasilkan oksigen, reaksi dekomposisi hidrogen peroksida juga menghasilkan air (H2O), dan panas. Reaksi dekomposisi eksotermis yang terjadi adalah sebagai berikut:
H2O2 -> H2O + 1/2O2 + 23.45 kcal/mol + kalor (panas)
Faktor-faktor yang mempengaruhi reaksi dekomposisi hidrogen peroksida adalah:
1. Bahan organik tertentu, seperti alkohol dan bensin
2. Katalis, seperti Pd, Fe, Cu, Ni, Cr, Pb, Mn
3. Temperatur, laju reaksi dekomposisi hidrogen peroksida naik sebesar 2.2 x setiap kenaikan 10oC (dalam range temperatur 20-100oC)
4. Permukaan container yang tidak rata (active surface)
5. Padatan yang tersuspensi, seperti partikel debu atau pengotor lainnya
6. Makin tinggi pH (makin basa) laju dekomposisi semakin tinggi
7. Radiasi, terutama radiasi dari sinar dengan panjang gelombang yang pendek
Salah satu keunggulan hidrogen peroksida dibandingkan dengan oksidator yang lain adalah sifatnya yang ramah lingkungan karena tidak meninggalkan residu yang berbahaya. Kekuatan oksidatornya pun dapat diatur sesuai dengan kebutuhan.

Kingdom Monera (Bakteri)

BAKTERI

Bakteri, dari kata Latin bacterium (jamak, bacteria), adalah kelompok raksasa dari organisme hidup. Mereka sangatlah kecil (mikroskopik) dan kebanyakan uniselular (bersel tunggal), dengan struktur sel yang relatif sederhana tanpa nukleus/inti sel, cytoskeleton, dan organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. Struktur sel mereka dijelaskan lebih lanjut dalam artikel mengenai prokariota, karena bakteri merupakan prokariota, untuk membedakan mereka dengan organisme yang memiliki sel lebih kompleks, disebut eukariota. Istilah "bakteri" telah diterapkan untuk semua prokariota atau untuk kelompok besar mereka, tergantung pada gagasan mengenai hubungan mereka.


Bakteri adalah yang paling berkelimpahan dari semua organisme. Mereka tersebar (berada di mana-mana) di tanah, air, dan sebagai simbiosis dari organisme lain. Banyak patogen merupakan bakteri. Kebanyakan dari mereka kecil, biasanya hanya berukuran 0,5-5 μm, meski ada jenis dapat menjangkau 0,3 mm dalam diameter (Thiomargarita). Mereka umumnya memiliki dinding sel, seperti sel hewan dan jamur, tetapi dengan komposisi sangat berbeda (peptidoglikan). Banyak yang bergerak menggunakan flagela, yang berbeda dalam strukturnya dari flagela kelompok lain.

Struktur sel

Struktur sel prokariota
Seperti prokariota (organisme yang tidak memiliki selaput inti) pada umumnya, semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. Struktur bakteri yang paling penting adalah dinding sel. Bakteri dapat digolongkan menjadi dua kelompok yaitu Gram positif dan Gram negatif didasarkan pada perbedaan struktur dinging sel. Bakteri Gram positif memiliki dinding sel yang terdiri atas lapisan peptidoglikan yang tebal dan asam teichoic. Sementara bakteri Gram negatif memiliki lapisan luar, lipopolisakarida - terdiri atas membran dan lapisan peptidoglikan yang tipis terletak pada periplasma (di antara lapisan luar dan membran sitoplasmik).

Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagela dan fimbria yang digunakan untuk bergerak, melekat dan konjugasi. Beberapa bakteri juga memiliki kapsul atau lapisan lendir yang membantu pelekatan bakteri pada suatu permukaan dan biofilm formation. Bakteri juga memiliki kromosom, ribosom dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan, vakuola gas dan magnetosom.

Beberapa bakteri mampu membentuk endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim.

Berdasarkan berntuknya, bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar, yaitu:
  • Kokus (Coccus) dalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola, dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:
    • Mikrococcus, jika kecil dan tunggal
    • Diplococcus, jka bergandanya dua-dua
    • Tetracoccus, jika bergandengan empat dan membentuk bujursangkar
    • Sarcina, jika bergerombol membentuk kubus
    • Staphylococcus, jika bergerombol
    • Streptococcus, jika bergandengan membentuk rantai
  • Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder, dan mempunyai variasi sebagai berikut:
    • Diplobacillus, jika bergandengan dua-dua
    • Streptobacillus, jika bergandengan membentuk rantai
  • Spiril (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:
    • Vibrio, (bentuk koma), jika lengkung kurang dari setengah lingkaran
    • Spiral, jika lengkung lebih dari setengah lingkaran
Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan, medium dan usia. Oleh karena itu untuk membandingkan bentuk serta ukuran bakteri, kondisinya harus sama. Pada umumnya bakteri yang usianya lebih muda ukurannya relatif lebih besar daripada yang sudah tua.

Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. Hampir semua bakteri yang berbentuk lengkung dan sebagian yang berbentuk batang ditemukan adanya flagel. Sedangkan bakteri kokus jarang sekali memiliki flagel. Ukuran flagel bakteri sangat kecil, tebalnya 0,02 – 0,1 mikro, dan panjangnya melebihi panjang sel bakteri. Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki, bakteri dibagi menjadi lima golongan, yaitu:

  • Atrik, tidak mempunyai flagel.
  • Monotrik, mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya.
  • Lofotrik, mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya.
  • Amfitrik, mempunyai sejumlah flagel pada kedua ujungnya.
  • Peritrik, mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.

Ciri khusus Hewan dan Tumbuhan (adaptasi)

CIRI KHUSUS HEWAN DAN TUMBUHAN


No
Hewan
Ciri Khusus
Fungsi
1
Kelelawar
·  Mengeluarkan/menangkap bunyi ultrasonic
·  Pendengaran tajam
·  Mempunyai kemampuan ekolokasi
Memperoleh makanan
2
Landak
·  Kulit berduri
Melindungi diri dari musuh
3
Cicak
·  Autotomi (memutuskan ekornya)
·  Melindungi diri
·  Memiliki perekat pada kakinya
·  Berjalan di dinding
·  Lidah panjang dan lengket
·  Menangkap mangsa
4
Ular
·  Lidah bercabang dua
Mendeteksi mangsa
·  Bisa beracun
Melindungi diri
5
Cumi-cumi, Sotong, Gurita
·  Mengeluarkan cairan seperti tinta
·  Memiliki tentakel
·  Melindungi diri
·  Menangkap mangsa dan bergerak
8
Unta
·  Mempunyai punuk
·  Menyimpan cadangan makanan dalam bentuk lemak
·  Bulu mata panjang dan dua lapis kelopak
·  Melindungi mata dari debu
·  Banyak minum dan sedikit berkeringat
·  Bertahan hidup digurun
·  Kaki dan telapak kaki tebal
·  Tidak terperosok dipasir dan melindungi dari pasir panas
9
Lumba-lumba
·  Mengeluarkan bunyi ultrasonic
·  Mempunyai kemampuan ekolokasi
Memperoleh makanan
10
Bunglon
·  Mimikri (mengubah warna kulit sesuai warna lingkungannya)
Melindungi diri

·  Lidah panjang dan lengket
Menangkap mangsa
12
Bebek
·  Paruh berbentuk sudu
·  Memperoleh makan di air
·  Kaki berselaput
·  Berenang
·  Bulu berlapis lilin
·  Tidak basah saat berenang
14
Burung Hantu
·  Mata dan pendengaran tajam
·  Memperoleh makanan di malam hari
·  Bulu yang lembut
·  Tidak terdengar pemangsa
15
Ikan sidat, belut listrik, ubur-ubur
Mempunyai senjata berupa arus listrik
Melindungi diri
17
Lele
·  Memiliki labirin
·  bernaafas di air  yg keruh dan kurang O2
·  memiliki senjata berupa patil
·  Melindungi diri
·  Memiliki misai
·  Mendeteksi mangsa
18
Trenggiling, Luing
·  Kulit keras
·  Menggulungkan badan
Melindungi diri
23
Lebah, Kelabang Kalajengking,
·  Sengat beracun
Melindungi diri




No
Tumbuhan
Ciri Khusus
Tujuan
1
Kantung semar
·  Menghasilkan cairan enzim
Mencerna serangga untuk memenuhi nitrogen
2
Kaktus
·  Daun mengecil atau bebrbentuk duri
·  Mengurangi penguapan
·  Batang tebal dan berlapis lilin
·  Menyimpan air
·  Akar panjang
·  Mencari sumber air
5
Raflesia, bunga bangkai
Mengeluarkan bau busuk
Menarik serangga untuk membantu penyerbukan
6

Teratai
·  Daun lebar dan tipis
·  Batang berongga
·  Mempercepat penguapan air
·  Menyimpan oksigen utk bernafas/mengapung
7.
Eceng gondok
·  Batang menggelembung
·  Akar lebat
·  Mengapung
·  Menjaga kesimbangan
8
Venus (kejora)
·  Daun berengsel dan berbulu,
·  Menghasilkan cairan enzim
·  Menjebak serangga
·  Mencerna serangga
9
Jati dan mahoni, kapas, kedondong
Menggugurkan daun di musim kemarau
Mengurangi penguapan
11
Bakau
Memiliki akar tunjang dan menjulang
Melindungi dari ombak dan bernafas
16
Raflesia dan Bunga Bangkai
Mengeluarkan bau busuk
Menarik serangga membantu penyerbukan